-Seperti ingin beranjak pergi dengan cara termanis-
Jumat, 14 November 2014
KHAWATIR
Akhir-akhir ini begitu mennyenangkan, tiba-tiba begitu dekat. Semangat menjalani hari, banyak hal yang dilalui bersama. Banyak permintaan yang ingin diwujudkan, seiring berjalannya waktu semua hal yang sudah tersusun perlahan terlaksana. Tuhan memberi kelancaran, tak henti panajatkan doa untuk meminta padaNya. Tak disangka hal bahagia, justru harus menjadi hal yang dikhawatirkan. Selalu tersenyum justru berakhir haru. Ternyata selama ini adalah awal perpisahan. Tak heran terlalu menggebu saat meminta, dan bersemangat saat menjalankannya. Alhasil seperti mengungkapkan, bawasaanya ingin cepat melunasi hutang dan pergi dengan tenang.
Rabu, 24 September 2014
Kamu juga INDONESIA ^_^
Terharu membaca sebuah komentar di media sosial dari saudara kita yang berasal dari negeri timur. Ini hanya sebuah cerita yang begitu dekat dan singkat. Hanya sebuah komentar yang tak habis pikir akan muncul. Komentar yangrh berasal dari lubuk hati yang terdalam, tanpa kamiflase apapun. Temanku dari timur sangat merindukan teman-teman pertamanya di tanah Jawa. Tak disangka berpisah dengannya, tak tahu kabarnya, bahkan tak menyapa, aku hanya berharap, dia kan baik-baik saja. Tak begitu tragis keadaannya, namun membuat tangis yang manis.Temanku, aku cukup bahagia kau masih berdampingan dengan teman-temanmu yang kau anggap teman.
Aku belum bisa menjadi teman yang baik. Entahlah, aku bahkan tak bisa mengahdapi mu. Mungkin memang latar belakang yang jauh beda, membuatku belum bisa dekat denganmu. Bukan pilih kasih teman, aku tak punya niat untuk rasis. Aku ingin sekali bisa bergabung dengan kalian. Melihat kalian yang diam, membuatku membayangkan posisi menjadi kalian. Mungkin kalian juga masih sulit beradaptasi, mungkin juga ini cara kita saling menjaga. Teman kau kaum minor, "bisakah kalian yang memulai beradaptasi?" pertanyaan itu mungkin masih telalu tragis untuk kalian. Ini berarti membutuhkan komunikasi dua arah. Teman kau punya cita-cita yang tinggi, ku harap doaku menyertaimu menyelesaikan tuntutan untuk masa depanmu (VM)
Kamis, 11 September 2014
HANYA SATU TANPA KANDIDAT
Judul yang masih dalam benak, tak mau terlupakan. Terlalu dekat dan banyak membicarakan ini, membuatku menuliskan judul ini. Takut bosan nantinya, tapi mungkin ini bukti setia. Masih tentang kamu, seandainya kamu tahu mungkin kamu akan bangga ku posisikan seperti judul ini. Entahlah banyak rayuan untuk melupakanmu, tapi hati nurani menentang, bertahan saat ini adalah yang terbaik. Apapun kondisimu peluang dalam hati ini masih tetap kamu. Terlalu menggalau tentangmu, membuat waktuku sia-sia, tapi bersyukur saja tentang rasa ini yang terus tumbuh. Beberapa hari berbincang denganmu, tertawa melihat betapa begonya kamu,,, haha. Kuanggap itu sisi menarikmu, meski tak menawan, tapi aku bahagia. Setidaknya menjadikan kita lebih dekat, itu sudah cukup. Setiap hari bisa selalu hampir bersama, melihatmu dalam diam dan senyum indahmu, cukup menjadi bahan pengisi blog ku ^_^. Ya Tuhan.... rasa ini terhadap dia, masih dan selalu menggemaskan. Aku paham posisiku dimana ^_^ hehe, dan aku berhak berharap, kuanggap saja sebagai impian ^_^.
Sisi lain dari judul ini adalah membicarakan Sang Pendengar yang baik. Dia sedikit beruntung tidak bertepuk sebelah tangan, namun dia lebih memilih untuk mundur, ketika judul ini yang dia inginkan. Lirik dari sang Hawa :
"Aku dan engkau kini bersama||Belum Tentu Engkau memang jodohku||Rasa cintaku masih biasa saja, bisa saja berubah||Akhirnya tergantung padamu sayang|| Berikanlah cinta yang luar biasa|| Pasti aku akan bertekuk lutut setia padamu."
Minggu, 07 September 2014
SENENG APA SENEP???
Tepat dengan tanggal aku nulis ini, aku masuk kuliah setelah sekian lama liburan. Cerita lagi tentang kamu, yang tiada hentinya membuat bibir ini tersenyum. Hari pertama di semester ganjil, cukup tegang terbukti dengan tangan yang dingin. Menunggu panggilan absensi, yang kemudian menjadi lega, setelah semua nya terpanggil. Kali ini nomer urut absenku bersanding denganmu, tak cukup itu yang membuat bahagia, di matkul pertama, kamu satu team denganku ^_^. Ngobrol seperti biasa denganmu, menjalani peran palsu sebagai teman atau sahabat biasa, cukup tenang. Mengawali basa-basi denganmu sembari berdiskusi, memulai rasa ingin tahuku tentang kamu dan dia. Iya... dengan kondisi tubuh yang mendukung, mendengarmu tentangnya menjawab rasa ingin tahuku (sakitnya akumulasi). Usai sudah yang buatku penasaran, hampir saja lupa, bahwa kamu telah kembali ke sisinya. Nyaris naas hati dan tingkah ini. Untuk sementara cukup bisa selalu bersama disaat kuliah, kala kumeridu senyum mu yang membayarnya. Ku serahkan pada Tuhan skenarioku ini.....
Rabu, 03 September 2014
KEDUANYA SALING...
Terus mendengarkan cerita kamu tentangnya, selalu berputar. Terkadang ingin menyatukan kalian, yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Apa dayaku hanya melihat senyum kalian para sahabat. Berbalut persahabatan yang sudah terjalin hangat dan nyaman, membuat kalian memutuskan untuk menyimpan rasa indah, yang mungkin sekedar kenangan. Bersembunyi dalam prinsip hidup masing-masing yang mungkin saat ini, adalah pilihan terbaik. Buatku itu gak masalah, kalian yang kuharapkan, masih memiliki masa depan. Takdir tidak bisa berubah, namun nasib masih dapat ku kreasikan. Tak dapat yang banyak kulakukan, selain memanjatkan doa untuk hidup kalian lebih baik. Aku bukan malaikat atau nabi, kupercayakan pada apa yang sudah tertulis dalam lauhul mahfudz tentang takdir kalian. Semoga bahagia dan sejahtera.
Kupenuhi janji, kulanjutkan tulisan ini, membantah tanpa henti, namun itu hanya perkara hati. Mendengarkan lagi kisahmu tentangnya bersama sahabat yang menyudutkanmu, tak merubah kesimpulan, karena masih berputar. Masih disisimu aku saat ini, namun entahlah jika sisi lain yang mengerti makna semua tulisan ini. Kalian cuma butuh satu kekuatan, yang memang hanya akan ada satu diantara kalian yang menetapkan kuat keputusan ini. Perjalanan masih panjang, mungkin hal ini akan juga dilupakan, karena hal lain akan lebih nyaman dan hangat. Tapi apa dayaku lagi, kelak mungkin senyum kalian yang akan hanya terlihat, menyimpan rasa dari kalian adalah rasa yang akan kusimpan dengan erat, meski berat. Karena semua adalah kalian, bukan aku !!! judul tulisannya ini adalah wujud rasa yang kalian ungkapkan, lalu kalian yang harus melanjutkan. Daoku menyeryai kalian.
Semua teman atau sahabat akan bercerita kepada teman atau sahabatnya yang memiliki kepedulian lebih. Aku pun tak luput dari itu, menjaga rahasia kalian adalah kewajiban, namun membuat kalian bahagia adalah keharusan. Itu berarti sulit untuk memihak, aku memahamimu tapi aku lebih mengerti dia. Aku adalah seorang hawa, adam adalah perantaraku belajar. Kelak pasangan hawa adalah adam, apa salahnya aku bisa memposisikan jiwa adam, untuk kelak mempermudah memahamimu, namun takdirku sebagai hawa jauh mendalam untuk mengerti semua makan yang tersembunyi. Apa yang diragukan???
Kupenuhi janji, kulanjutkan tulisan ini, membantah tanpa henti, namun itu hanya perkara hati. Mendengarkan lagi kisahmu tentangnya bersama sahabat yang menyudutkanmu, tak merubah kesimpulan, karena masih berputar. Masih disisimu aku saat ini, namun entahlah jika sisi lain yang mengerti makna semua tulisan ini. Kalian cuma butuh satu kekuatan, yang memang hanya akan ada satu diantara kalian yang menetapkan kuat keputusan ini. Perjalanan masih panjang, mungkin hal ini akan juga dilupakan, karena hal lain akan lebih nyaman dan hangat. Tapi apa dayaku lagi, kelak mungkin senyum kalian yang akan hanya terlihat, menyimpan rasa dari kalian adalah rasa yang akan kusimpan dengan erat, meski berat. Karena semua adalah kalian, bukan aku !!! judul tulisannya ini adalah wujud rasa yang kalian ungkapkan, lalu kalian yang harus melanjutkan. Daoku menyeryai kalian.
Semua teman atau sahabat akan bercerita kepada teman atau sahabatnya yang memiliki kepedulian lebih. Aku pun tak luput dari itu, menjaga rahasia kalian adalah kewajiban, namun membuat kalian bahagia adalah keharusan. Itu berarti sulit untuk memihak, aku memahamimu tapi aku lebih mengerti dia. Aku adalah seorang hawa, adam adalah perantaraku belajar. Kelak pasangan hawa adalah adam, apa salahnya aku bisa memposisikan jiwa adam, untuk kelak mempermudah memahamimu, namun takdirku sebagai hawa jauh mendalam untuk mengerti semua makan yang tersembunyi. Apa yang diragukan???
Sabtu, 30 Agustus 2014
KAYA MISKIN itu ORANG TUA
Bukannya hidup aku berkecukupan atau sok kaya. Gak peduli dengan semua itu, toh itu hanya harta yang bukan milikku. Orang tuaku juga butuh perjuangan untuk menghidupi ketiga anaknya. Apa yang mau disombongkan harta adalah titipan yang dimanfaatkan untuk menjalani hidup menjadi leboh baik dan berkah. Sekaya-kayanya orang tua, suatu saat sang anaknya akan berpikir bagaimana dia kelak akan hidup tanpa orang tua. Setiap manusia memiliki fase hidup yang nyaris sama, bertahan hidup adalah salah satunya.
Islam sebagai agama yang kuyakini, mengajarkan untuk saling menolong sesama manusia, dan tidak dianjurkan untuk meminta atau bahkan mencuri. Aku hidup ditengah keluarga yang berkecukupan, yang mana orang tuaku sangat bertanggung jawab atas masa depan anaknya. Mungkin aku tidak terlalu memikirakan keuangan & materi untuk biaya hidup serta sekolahku, namun apa mungkin aku tega terus-terusan menjadi anak manja & suka menadah uang jajan. Berawal dari melihat orang-orang yang hidup dibawahku, menyadarkan aku, bawasannya kelak orang tuaku tidak selalu bersamaku dan tidak terus memfasilitasiku. Suatu saat aku harus bekerja dan memiliki penghasilan untuk hidupku.
Memberanikan memulai usaha yang pasti, meski butuh waktu lama untuk mengumpulkan laba yang akan menjadi modal tabunganku. Berniat untuk menambah uang jajan, aku memulai usaha untuk berjualan pulsa. Banyak yang bilang, usaha pulsa menghabiskan waktu, dan banyak pelanggan yang hutang bahkan lupa untuk membayar uang pulsa. Selama aku berjualan pulsa, aku pun mulai merasakan hal itu. Penuh kesabaran menunggu para pelanggan yang berlagak kaya namun miskin, untuk membayar semua hutangnya. Aku mungkin terlalu kejam dan egois, namun yang perlu diketahui adalah caraku untuk mencari tambahan uang jajanku melalui jual pulsa. Aku bukan seorang dermawan, aku berusaha hidup adil, untuk tidak meminta-minta atau bahkan mencuri. Dimataku nasib kita sebagai seorang anak adalah sama, adapun sebagai seorang sahabat, aku lebih menyukai kalian yang benar-benar miskin menceritakan keadaan kalian, daripada kalian yang berlagak mampu(kaya) namun penipu.
Jumat, 29 Agustus 2014
Tanpa SADAR & FIRASAT apapun
Tanggal 29 Agustus tahun ini, biasa aja nganggur rencananya. Lagi males, kondisi tubuh yang rutin tiap bulan harus dihadapi. Pagi ini teman aku ngajak untuk ditemani ke kampus perihal registrasi kuliah. Sudah bisa teman terkadang ingin ditemani, itu posisi aku untuk menemaninyake kampus. Semua berjalan seperti biasa, tanpa sadar dan firasat apapun, tak sengaja senyum ku melebar, berdiri tepat disampingku sang pujaanku. Begitu terasa bahagia sejenak, melihatnya dan berbincang dengannya yang akhirnya bisa bersanding duduk bersama. Temanku paham aku sangat bahagia dengan snyum lebar penuh arti.
Berakhir sudah urusan registrasi, aku dan temanku berniat untuk berbinncang sejenak lagi, namun sang pujaanku harus kembali balik ke kos. setelah dirasa cukup berbincang, aku dan temanku memutuskan untuk kembali ke kosan masing-masing. Aku pun balik diantar temanku yang lain, selama perjalanan ke kos, bahagia masih terasa dan bersyukur (Alhamdulillah). Semangat lagi untuk melanjutakan aktifitas, yaitu makan. Seperti biasa makan tinggal ambil sesuai pesanan di warung (sebelumnya sms). Menelusuri jalan menuju warung, tanpa sadar dan firasat apapun, bertemuku untuk kedua kalinya saat itu dengan pujaanku. Dia melihatku sembari tersenyum, begitu pula aku. Aku tak sampai melihat detail pujaanku, tatapan tertuju pada siapa yang ada dibelakangnya alias yang dibonceng, tak lain dan tak bukan dia adalah pacar pujaanku. Senyumku untuk melihat paras pujaanku, namun hati berekspresi lain, terbukti hingga ku menulis tulisan ini, betapa galaunya.
Jumat, 08 Agustus 2014
RAHASIA BUKAN LAGI RAHASIA
Banyak hal yang telah kuceritakan kepada para sahabat atau teman, namun ini bukan rahasia lagi sebenarnya. Kusebut rahasia karena sang objek tak pernah tahu. Pada awalnya begitu mencemaskan, namun sejauh ini kecemasan itu tetap membuatku tenang dihadapanya. Jujur melihat sosoknya sangat membuatku selalu tersenyum lebar, aku berfikir dia begitu sabar, dia juga tergolong sosok yang setia mendengarkan cerita teman atau sahabatnya. Ya ... itulah yang membuatku selalu tertuju padanya, setelah dipertemukan kembali pada satu semester, cukup membuatku bisa dekat dengannya. Penilaian fisik tak terlepas dari pengamatanku, satu lagi dia selalu untuk tidak tahu mengenai sesuatu hal, tapi sebenarnya dia selalu mengerti. Sampai saat ini aku perlahan mengenalnya, sosok yang penuh kejutan untuk membuatku selalu ingin tahu.
Entahlah ini sekali lagi bukan sudah rahasia, namun masih membuatnya penasaran. Maaf yang saat ini kupuja, teman atau sahabatku. Selalu membicarakanmu, tanpa sepengetahuanmu, adalah hal yang selalu membuatku tersenyum lebar ketika kamu yang selalu kubahas. Sampai kapan ini akan berujung?, itu bukan lagi aku yang akan meneruskan. Kalo boleh, biar saja Takdir yang menjawab, ku yakin apa yang telah terulis dalam Lauhul Mahfudz tentang takdirku yang berakhir Indah. Terima kasih kepada Tuhan yang menciptaka sosok, yang kuanggap Indah.
Entahlah ini sekali lagi bukan sudah rahasia, namun masih membuatnya penasaran. Maaf yang saat ini kupuja, teman atau sahabatku. Selalu membicarakanmu, tanpa sepengetahuanmu, adalah hal yang selalu membuatku tersenyum lebar ketika kamu yang selalu kubahas. Sampai kapan ini akan berujung?, itu bukan lagi aku yang akan meneruskan. Kalo boleh, biar saja Takdir yang menjawab, ku yakin apa yang telah terulis dalam Lauhul Mahfudz tentang takdirku yang berakhir Indah. Terima kasih kepada Tuhan yang menciptaka sosok, yang kuanggap Indah.
Kamis, 24 Juli 2014
Fall in Love in College
Semester awal (1) menjadi saksi nyata perjalan kisahku tentang jatuh cinta. Memulai rasa dicintai dan belajar mencintai, yang kuharap indah. Namun semua tak berlangsung lama, hingga akhirnya sang mantan hanya sebua nisan. Memulai kesendirian lagi menjadi jomblo bukan hal yang sulit, ingat saja dulupun single. Hingga suatu waktu rasa nyaman dan aman kutemukan dalam sebuah persahabatan. Entahlah teman cowok menjadi benteng penguat hati ini, bawasannya TAK PERLU MENJADI YANG ISTIMEWA UNTUK DIPANDANG DENGAN KEDUA BOLA MATA. Menjadi diri sendiri adalah hal terbaik. Teman begitu berarti dari yang namanya pacar. Curhat apapun bila statusnya berbagi cerita dengan teman atau sahabat adalah hal yang begitu nyaman. Merinci saja, para teman atau sahabat cowok yang kusebut "Sang Karakter Impian".
Semester 1 : Dia begitu setia mendengarkan ceritaku & feedback nya selalu tak terbantah. Dia paham bagaiman aku harus tersenyum bahagia. Kusebut dia "Yang terDEKAT bukan yang TEPAT, Yang NYAMAN bukan berarti PILIHAN".
Semester 2 : Dia begitu keras kepala, namun dia pendengar yang baik. Dia paham aku sosok yang ribet, dan dia tahu apa yang dia harus lakukan dalam jangka pendek. Kusebut dia "Selalu kuRINDU kenangan bersamamu:"
Semester 3 : Dia sudah lama kukenal, namuan ketertarikan terhadap dia baru terasa melalui obrolan singkat. Dia cukup menarik, auranya membuatku bertahan menatapnya hingga semester 4. Berharap bisa menjadi sahabatnya selalu. Dia diam tapi tahu segalanya, rasa penasaran nya tinggi namun selalu dalam kondisi yang tenang. Kusebut dia "Berharap JODOH adalah SAHABAT"
Langganan:
Postingan (Atom)