Tanggal 29 Agustus tahun ini, biasa aja nganggur rencananya. Lagi males, kondisi tubuh yang rutin tiap bulan harus dihadapi. Pagi ini teman aku ngajak untuk ditemani ke kampus perihal registrasi kuliah. Sudah bisa teman terkadang ingin ditemani, itu posisi aku untuk menemaninyake kampus. Semua berjalan seperti biasa, tanpa sadar dan firasat apapun, tak sengaja senyum ku melebar, berdiri tepat disampingku sang pujaanku. Begitu terasa bahagia sejenak, melihatnya dan berbincang dengannya yang akhirnya bisa bersanding duduk bersama. Temanku paham aku sangat bahagia dengan snyum lebar penuh arti.
Berakhir sudah urusan registrasi, aku dan temanku berniat untuk berbinncang sejenak lagi, namun sang pujaanku harus kembali balik ke kos. setelah dirasa cukup berbincang, aku dan temanku memutuskan untuk kembali ke kosan masing-masing. Aku pun balik diantar temanku yang lain, selama perjalanan ke kos, bahagia masih terasa dan bersyukur (Alhamdulillah). Semangat lagi untuk melanjutakan aktifitas, yaitu makan. Seperti biasa makan tinggal ambil sesuai pesanan di warung (sebelumnya sms). Menelusuri jalan menuju warung, tanpa sadar dan firasat apapun, bertemuku untuk kedua kalinya saat itu dengan pujaanku. Dia melihatku sembari tersenyum, begitu pula aku. Aku tak sampai melihat detail pujaanku, tatapan tertuju pada siapa yang ada dibelakangnya alias yang dibonceng, tak lain dan tak bukan dia adalah pacar pujaanku. Senyumku untuk melihat paras pujaanku, namun hati berekspresi lain, terbukti hingga ku menulis tulisan ini, betapa galaunya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar