Rabu, 24 September 2014

Kamu juga INDONESIA ^_^

Terharu membaca sebuah komentar di media sosial dari saudara kita yang berasal dari negeri timur. Ini hanya sebuah cerita yang begitu dekat dan singkat. Hanya sebuah komentar yang tak habis pikir akan muncul. Komentar yangrh berasal dari lubuk hati yang terdalam, tanpa kamiflase apapun. Temanku dari timur sangat merindukan teman-teman pertamanya di tanah Jawa. Tak disangka berpisah dengannya, tak tahu kabarnya, bahkan tak menyapa, aku hanya berharap, dia kan baik-baik saja. Tak begitu tragis keadaannya, namun membuat tangis yang manis.Temanku, aku cukup bahagia kau masih berdampingan dengan teman-temanmu yang kau anggap teman. 

Aku belum bisa menjadi teman yang baik. Entahlah, aku bahkan tak bisa mengahdapi mu. Mungkin memang latar belakang yang jauh beda, membuatku belum bisa dekat denganmu. Bukan pilih kasih teman, aku tak punya niat untuk rasis. Aku ingin sekali bisa bergabung dengan kalian. Melihat kalian yang diam, membuatku membayangkan posisi menjadi kalian. Mungkin kalian juga masih sulit beradaptasi, mungkin juga ini cara kita saling menjaga. Teman kau kaum minor, "bisakah kalian yang memulai beradaptasi?" pertanyaan itu mungkin masih telalu tragis untuk kalian. Ini berarti membutuhkan komunikasi dua arah. Teman kau punya cita-cita yang tinggi, ku harap doaku menyertaimu menyelesaikan tuntutan untuk masa depanmu (VM)

Kamis, 11 September 2014

HANYA SATU TANPA KANDIDAT

Judul yang masih dalam benak, tak mau terlupakan. Terlalu dekat dan banyak membicarakan ini, membuatku menuliskan judul ini. Takut bosan nantinya, tapi mungkin ini bukti setia. Masih tentang kamu, seandainya kamu tahu mungkin kamu akan bangga ku posisikan seperti judul ini. Entahlah banyak rayuan untuk melupakanmu, tapi hati nurani menentang, bertahan saat ini adalah yang terbaik. Apapun kondisimu peluang dalam hati ini masih tetap kamu. Terlalu menggalau tentangmu, membuat waktuku sia-sia, tapi bersyukur saja tentang rasa ini yang terus tumbuh. Beberapa hari berbincang denganmu, tertawa melihat betapa begonya kamu,,, haha. Kuanggap itu sisi menarikmu, meski tak menawan, tapi aku bahagia. Setidaknya menjadikan kita lebih dekat, itu sudah cukup. Setiap hari bisa selalu hampir bersama, melihatmu dalam diam dan senyum indahmu, cukup menjadi bahan pengisi blog ku ^_^. Ya Tuhan.... rasa ini terhadap dia, masih dan selalu menggemaskan. Aku paham posisiku dimana ^_^ hehe, dan aku berhak berharap, kuanggap saja sebagai impian ^_^.

Sisi lain dari judul ini adalah membicarakan Sang Pendengar yang baik. Dia sedikit beruntung tidak bertepuk sebelah tangan, namun dia lebih memilih untuk mundur, ketika judul ini yang dia inginkan. Lirik dari sang Hawa :
"Aku dan engkau kini bersama||Belum Tentu Engkau memang jodohku||Rasa cintaku masih biasa saja, bisa saja berubah||Akhirnya tergantung padamu sayang|| Berikanlah cinta yang luar biasa|| Pasti aku akan bertekuk lutut setia padamu."

Minggu, 07 September 2014

SENENG APA SENEP???

Tepat dengan tanggal aku nulis ini, aku masuk kuliah setelah sekian lama liburan. Cerita lagi tentang kamu, yang tiada hentinya membuat bibir ini tersenyum. Hari pertama di semester ganjil, cukup tegang terbukti dengan tangan yang dingin. Menunggu panggilan absensi, yang kemudian menjadi lega, setelah semua nya terpanggil. Kali ini nomer urut absenku bersanding denganmu, tak cukup itu yang membuat bahagia, di matkul pertama, kamu satu team denganku ^_^. Ngobrol seperti biasa denganmu, menjalani peran palsu sebagai teman atau sahabat biasa, cukup tenang. Mengawali basa-basi denganmu sembari berdiskusi, memulai rasa ingin tahuku tentang kamu dan dia. Iya... dengan kondisi tubuh yang mendukung, mendengarmu tentangnya menjawab rasa ingin tahuku (sakitnya akumulasi). Usai sudah yang buatku penasaran, hampir saja lupa, bahwa kamu telah kembali ke sisinya. Nyaris naas hati dan tingkah ini. Untuk sementara cukup bisa selalu bersama disaat kuliah, kala kumeridu senyum mu yang membayarnya. Ku serahkan pada Tuhan skenarioku ini.....

Rabu, 03 September 2014

KEDUANYA SALING...

Terus mendengarkan cerita kamu tentangnya, selalu berputar. Terkadang ingin menyatukan kalian, yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Apa dayaku hanya melihat senyum kalian para sahabat. Berbalut persahabatan yang sudah terjalin hangat dan nyaman, membuat kalian memutuskan untuk menyimpan rasa indah, yang mungkin sekedar kenangan. Bersembunyi dalam prinsip hidup masing-masing yang mungkin saat ini, adalah pilihan terbaik. Buatku itu gak masalah, kalian yang kuharapkan, masih memiliki masa depan. Takdir tidak bisa berubah, namun nasib masih dapat ku kreasikan. Tak dapat yang banyak kulakukan, selain memanjatkan doa untuk hidup kalian lebih baik. Aku bukan malaikat atau nabi, kupercayakan pada apa yang sudah tertulis dalam lauhul mahfudz tentang takdir kalian. Semoga bahagia dan sejahtera.
Kupenuhi janji, kulanjutkan tulisan ini, membantah tanpa henti, namun itu hanya perkara hati. Mendengarkan lagi kisahmu tentangnya bersama sahabat yang menyudutkanmu, tak merubah kesimpulan, karena masih berputar. Masih disisimu aku saat ini, namun entahlah jika sisi lain yang mengerti makna semua tulisan ini. Kalian cuma butuh satu kekuatan, yang memang hanya akan ada satu diantara kalian yang menetapkan kuat keputusan ini. Perjalanan masih panjang, mungkin hal ini akan juga dilupakan, karena hal lain akan lebih nyaman dan hangat. Tapi apa dayaku lagi, kelak mungkin senyum kalian yang akan hanya terlihat, menyimpan rasa dari kalian adalah rasa yang akan kusimpan dengan erat, meski berat. Karena semua adalah kalian, bukan aku !!! judul tulisannya ini adalah wujud rasa yang kalian ungkapkan, lalu kalian yang harus melanjutkan. Daoku menyeryai kalian.
Semua teman atau sahabat akan bercerita kepada teman atau sahabatnya yang memiliki kepedulian lebih. Aku pun tak luput dari itu, menjaga rahasia kalian adalah kewajiban, namun membuat kalian bahagia adalah keharusan. Itu berarti sulit untuk memihak, aku memahamimu tapi aku lebih mengerti dia. Aku adalah seorang hawa, adam adalah perantaraku belajar. Kelak pasangan hawa adalah adam, apa salahnya aku bisa memposisikan jiwa adam, untuk kelak mempermudah memahamimu, namun takdirku sebagai hawa jauh mendalam untuk mengerti semua makan yang tersembunyi. Apa yang diragukan???