Bukannya hidup aku berkecukupan atau sok kaya. Gak peduli dengan semua itu, toh itu hanya harta yang bukan milikku. Orang tuaku juga butuh perjuangan untuk menghidupi ketiga anaknya. Apa yang mau disombongkan harta adalah titipan yang dimanfaatkan untuk menjalani hidup menjadi leboh baik dan berkah. Sekaya-kayanya orang tua, suatu saat sang anaknya akan berpikir bagaimana dia kelak akan hidup tanpa orang tua. Setiap manusia memiliki fase hidup yang nyaris sama, bertahan hidup adalah salah satunya.
Islam sebagai agama yang kuyakini, mengajarkan untuk saling menolong sesama manusia, dan tidak dianjurkan untuk meminta atau bahkan mencuri. Aku hidup ditengah keluarga yang berkecukupan, yang mana orang tuaku sangat bertanggung jawab atas masa depan anaknya. Mungkin aku tidak terlalu memikirakan keuangan & materi untuk biaya hidup serta sekolahku, namun apa mungkin aku tega terus-terusan menjadi anak manja & suka menadah uang jajan. Berawal dari melihat orang-orang yang hidup dibawahku, menyadarkan aku, bawasannya kelak orang tuaku tidak selalu bersamaku dan tidak terus memfasilitasiku. Suatu saat aku harus bekerja dan memiliki penghasilan untuk hidupku.
Memberanikan memulai usaha yang pasti, meski butuh waktu lama untuk mengumpulkan laba yang akan menjadi modal tabunganku. Berniat untuk menambah uang jajan, aku memulai usaha untuk berjualan pulsa. Banyak yang bilang, usaha pulsa menghabiskan waktu, dan banyak pelanggan yang hutang bahkan lupa untuk membayar uang pulsa. Selama aku berjualan pulsa, aku pun mulai merasakan hal itu. Penuh kesabaran menunggu para pelanggan yang berlagak kaya namun miskin, untuk membayar semua hutangnya. Aku mungkin terlalu kejam dan egois, namun yang perlu diketahui adalah caraku untuk mencari tambahan uang jajanku melalui jual pulsa. Aku bukan seorang dermawan, aku berusaha hidup adil, untuk tidak meminta-minta atau bahkan mencuri. Dimataku nasib kita sebagai seorang anak adalah sama, adapun sebagai seorang sahabat, aku lebih menyukai kalian yang benar-benar miskin menceritakan keadaan kalian, daripada kalian yang berlagak mampu(kaya) namun penipu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar