Rabu, 03 September 2014

KEDUANYA SALING...

Terus mendengarkan cerita kamu tentangnya, selalu berputar. Terkadang ingin menyatukan kalian, yang ternyata tidak bertepuk sebelah tangan. Apa dayaku hanya melihat senyum kalian para sahabat. Berbalut persahabatan yang sudah terjalin hangat dan nyaman, membuat kalian memutuskan untuk menyimpan rasa indah, yang mungkin sekedar kenangan. Bersembunyi dalam prinsip hidup masing-masing yang mungkin saat ini, adalah pilihan terbaik. Buatku itu gak masalah, kalian yang kuharapkan, masih memiliki masa depan. Takdir tidak bisa berubah, namun nasib masih dapat ku kreasikan. Tak dapat yang banyak kulakukan, selain memanjatkan doa untuk hidup kalian lebih baik. Aku bukan malaikat atau nabi, kupercayakan pada apa yang sudah tertulis dalam lauhul mahfudz tentang takdir kalian. Semoga bahagia dan sejahtera.
Kupenuhi janji, kulanjutkan tulisan ini, membantah tanpa henti, namun itu hanya perkara hati. Mendengarkan lagi kisahmu tentangnya bersama sahabat yang menyudutkanmu, tak merubah kesimpulan, karena masih berputar. Masih disisimu aku saat ini, namun entahlah jika sisi lain yang mengerti makna semua tulisan ini. Kalian cuma butuh satu kekuatan, yang memang hanya akan ada satu diantara kalian yang menetapkan kuat keputusan ini. Perjalanan masih panjang, mungkin hal ini akan juga dilupakan, karena hal lain akan lebih nyaman dan hangat. Tapi apa dayaku lagi, kelak mungkin senyum kalian yang akan hanya terlihat, menyimpan rasa dari kalian adalah rasa yang akan kusimpan dengan erat, meski berat. Karena semua adalah kalian, bukan aku !!! judul tulisannya ini adalah wujud rasa yang kalian ungkapkan, lalu kalian yang harus melanjutkan. Daoku menyeryai kalian.
Semua teman atau sahabat akan bercerita kepada teman atau sahabatnya yang memiliki kepedulian lebih. Aku pun tak luput dari itu, menjaga rahasia kalian adalah kewajiban, namun membuat kalian bahagia adalah keharusan. Itu berarti sulit untuk memihak, aku memahamimu tapi aku lebih mengerti dia. Aku adalah seorang hawa, adam adalah perantaraku belajar. Kelak pasangan hawa adalah adam, apa salahnya aku bisa memposisikan jiwa adam, untuk kelak mempermudah memahamimu, namun takdirku sebagai hawa jauh mendalam untuk mengerti semua makan yang tersembunyi. Apa yang diragukan???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar