Banyak hal yang telah kuceritakan kepada para sahabat atau teman, namun ini bukan rahasia lagi sebenarnya. Kusebut rahasia karena sang objek tak pernah tahu. Pada awalnya begitu mencemaskan, namun sejauh ini kecemasan itu tetap membuatku tenang dihadapanya. Jujur melihat sosoknya sangat membuatku selalu tersenyum lebar, aku berfikir dia begitu sabar, dia juga tergolong sosok yang setia mendengarkan cerita teman atau sahabatnya. Ya ... itulah yang membuatku selalu tertuju padanya, setelah dipertemukan kembali pada satu semester, cukup membuatku bisa dekat dengannya. Penilaian fisik tak terlepas dari pengamatanku, satu lagi dia selalu untuk tidak tahu mengenai sesuatu hal, tapi sebenarnya dia selalu mengerti. Sampai saat ini aku perlahan mengenalnya, sosok yang penuh kejutan untuk membuatku selalu ingin tahu.
Entahlah ini sekali lagi bukan sudah rahasia, namun masih membuatnya penasaran. Maaf yang saat ini kupuja, teman atau sahabatku. Selalu membicarakanmu, tanpa sepengetahuanmu, adalah hal yang selalu membuatku tersenyum lebar ketika kamu yang selalu kubahas. Sampai kapan ini akan berujung?, itu bukan lagi aku yang akan meneruskan. Kalo boleh, biar saja Takdir yang menjawab, ku yakin apa yang telah terulis dalam Lauhul Mahfudz tentang takdirku yang berakhir Indah. Terima kasih kepada Tuhan yang menciptaka sosok, yang kuanggap Indah.
Entahlah ini sekali lagi bukan sudah rahasia, namun masih membuatnya penasaran. Maaf yang saat ini kupuja, teman atau sahabatku. Selalu membicarakanmu, tanpa sepengetahuanmu, adalah hal yang selalu membuatku tersenyum lebar ketika kamu yang selalu kubahas. Sampai kapan ini akan berujung?, itu bukan lagi aku yang akan meneruskan. Kalo boleh, biar saja Takdir yang menjawab, ku yakin apa yang telah terulis dalam Lauhul Mahfudz tentang takdirku yang berakhir Indah. Terima kasih kepada Tuhan yang menciptaka sosok, yang kuanggap Indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar