Semester awal (1) menjadi saksi nyata perjalan kisahku tentang jatuh cinta. Memulai rasa dicintai dan belajar mencintai, yang kuharap indah. Namun semua tak berlangsung lama, hingga akhirnya sang mantan hanya sebua nisan. Memulai kesendirian lagi menjadi jomblo bukan hal yang sulit, ingat saja dulupun single. Hingga suatu waktu rasa nyaman dan aman kutemukan dalam sebuah persahabatan. Entahlah teman cowok menjadi benteng penguat hati ini, bawasannya TAK PERLU MENJADI YANG ISTIMEWA UNTUK DIPANDANG DENGAN KEDUA BOLA MATA. Menjadi diri sendiri adalah hal terbaik. Teman begitu berarti dari yang namanya pacar. Curhat apapun bila statusnya berbagi cerita dengan teman atau sahabat adalah hal yang begitu nyaman. Merinci saja, para teman atau sahabat cowok yang kusebut "Sang Karakter Impian".
Semester 1 : Dia begitu setia mendengarkan ceritaku & feedback nya selalu tak terbantah. Dia paham bagaiman aku harus tersenyum bahagia. Kusebut dia "Yang terDEKAT bukan yang TEPAT, Yang NYAMAN bukan berarti PILIHAN".
Semester 2 : Dia begitu keras kepala, namun dia pendengar yang baik. Dia paham aku sosok yang ribet, dan dia tahu apa yang dia harus lakukan dalam jangka pendek. Kusebut dia "Selalu kuRINDU kenangan bersamamu:"
Semester 3 : Dia sudah lama kukenal, namuan ketertarikan terhadap dia baru terasa melalui obrolan singkat. Dia cukup menarik, auranya membuatku bertahan menatapnya hingga semester 4. Berharap bisa menjadi sahabatnya selalu. Dia diam tapi tahu segalanya, rasa penasaran nya tinggi namun selalu dalam kondisi yang tenang. Kusebut dia "Berharap JODOH adalah SAHABAT"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar